cara custom domain ke blogspot title

Cara setting domain ke blogspot

akses custom domain blogspot tanpa www

akses blogspot tanpa menggunakan www

cara membersihkan cookiecache

membersihkan cache pada browser anda

cara custom sub domain ke blogspot

menggunakan sub domain untuk blogspot

mengalihkan domain ID ke hosting Blogspot

domain .ID di arahkan ke blogspot tanpa hosting

Tuesday, 18 June 2013

Mengalihkan domain.id ke Hosting Blogspot Menggunakan DNS Park

 Jika anda sudah membeli domain ID di perusahaan penyedia domain, langsung saja perhatikan langkah-langkah berikut:

1. Silakan menuju websitenya https://www.dnspark.net/register/ untuk Register dan Setting Domain di Free DNS
2. Isikan data-data yang diminta, Pada kolom “State/Territory” jika tidak bisa isikan saja: “none”. Jangan lupa centang kemudian klik Register.
3. Jika sudah, buka email yang tadi dipakai pada saat register kemudian Verifikasi
4. Selanjutnya menuju https://www.dnspark.net/ dan silakan Login menggunakan user name dan password yang tadi anda daftarkan,
5. Klik menu DNS Hosting
6. Pada bagian DNS Menu di sebelah kiri pilih Add Domain dan Lakukan setting berikut: 
 

 


Centang kotak kecil pada No.1 di bagian Base DNS Hosting.
Pada No 2, bagian Enter new domain, masukan nama domain tanpa menggunakan www contoh namadomainanda.web.id
Tekan tombol Add Now.


7. Klik kembali menu DNS Hosting, maka akan terlihat nama domain yang tadi didaftarkan, klik nama domain tersebut dan langsung menuju bagian setting Add Records paling bawah.
 
domain sudah didaftarkan, silahkan klik nama domain untuk setting dns record

8. Pada bagian Type pilih CNAME lalu Masukkan www pada bagian Alias Name, dan pada bagian Destination Name isikan ghs.google.com , bagian TTL biarkan saja. Klik tombol Update All.
9. Kembali ke Add Records, Pada bagian Type pilih A lalu Masukkan 216.239.32.21 pada bagian IP Address,pada bagian Host Name dan TTL biarkan saja. Klik tombol Update All.
10. Ulangi langkah no.9 dan masukan IP Address berikut satu per satu:
 216.239.32.21 
216.239.34.21
216.239.36.21
216.239.38.21
 

 
11. Setting DNS sudah beres, langkah selanjutnya silakan login ke member area tempat anda register Domain lalu memasukkan setting Name Server di Domain anda tersebut dengan Name Server berikut:
fns1.dnspark.net
fns2.dnspark.net
Untuk sementara domain anda belum bisa diakses, silakan tunggu proses resolve maksimal 1×24 jam atau kurang dari itu hingga domain anda bisa di akses.
Jika setting domain sudah beres kemudian silakan menuju blogger.com untuk mengganti alamat domain anda.
Semoga bermanfaat.

 
 

Tuesday, 11 June 2013

Setting Cronjob

Dengan cronjob anda dapat membuat perintah yang berjalan secara otomatis, dan anda dapat menentukan interval waktunya.
Untuk mengakses cronjob, silakan login ke cpanel. http://domainanda.com/cpanel/





Setelah klik menu cron job. Maka akan muncul jendela berikut:



Dengan memilih mode standard, waktu eksekusi cronjob akan ditampilakan secara sudah dan sederhana. Sehingga anda tinggal memilih waktu eksekusinya. Dengan mode advanced, waktu eksekusi sangat kompleks, anda harus mengaturnya sendiri. Namun dengan mode advanced anda dapat melihat format cron yang sebenarnya.

STANDARD

Akan terbuka jendela berikut:





Dengan Cron Job anda bisa melihat status eksekusi cron job melalui email dengan mengisi kolom yang telah tersedia.





Untuk setting cronjob silakan masukkan

an alamat file cronjob di kolom command to run.

/usr/bin/php -q /home/USERCPANEL/public_html/NAMAFILE.php

Misal:
/usr/bin/php -q /home/idwebhos/public_html/includes/cron/coba.php
berarti: username cpanel yaitu idwebhos, file disimpan di folder /public_html/includes/cron/coba.php

Lalu pilih interval waktu yang anda inginkan.







Anda juga bisa juga memanggil cronjob yang lain di entry 2.

Setelah selesai men-setting jangan lupa untuk menyimpan konfigurasi tersebut.





ADVANCED


Berikut adalah tampilan jendela unttk mode advanced









Untuk mode ini yang berbeda hanya untuk pengaturan interval waktu eksekusi. Anda bisa mengaturnya utk tiap beberapa menit tertentu, menurut keinginan anda. Hal ini tidak bisa dilakukan pada mode standard.





SELAMAT MENCOBA !!


Setting php.ini dari .htaccess Hosting

Mungkin website anda membutuhkan requirement seting tertentu dari server. Karena server-nya shared hosting, bukan server milik anda sendiri, maka anda tidak punya akses untuk merubah php.ini.
Permasalahan tersebut bisa diatasi dengan menggunakan .htaccess di hosting Anda. File .htaccess ada di dalam public_html cpanel anda. File ini dapat anda edit script-nya.

1. Login ke Cpanel > File Manager. Karena File ini tersembunyi, saat anda klik File manager, centang dulu show hidden files. (tampak pada gambar)




3.  Klik Pada public_html > klik file .htaccess > klik Code Editor > Klik Edit

Format editing .htaccess seperti ini :

#format
php_value setting_name setting_value

contoh
php_value upload_max_filesize 10M

4.  Setelah Melakukan editing pada file .htaccess tersebut  sesuai kehendak anda, pastikan telah klik SAVE Changes (kanan atas)



Cara Membersihkan Cookie/Cache Dalam Browser

Kadang masalah website tidak bisa diakses disebabkan oleh browser internet yang masih menampilkan halaman yang belum terupdate. cara mengatasinya dengan membuang cache/cookies dari browser anda.  Berikut cara menghilangkan cookie/cache di be
berapa browser internet:

>>Internet Explorer 6.0
1. Klik “Tools,” lalu “Internet Options.”
2. Dalam tab General, pada bagian “Temporary Internet Files”, klik tombol “Delete Files.”
3. Pilih “Delete Cookies.”
4. Klik “Close.”
5. Tutup browser.

>>Internet Explorer 7.0
1. Klik “Tools,” lalu “Delete Browsing History.”
2. Dalam bagian “Temporary Internet Files,” klik “Delete Files” lalu pilih “Yes”.
3. Pada bagian “Cookies,” klik “Delete Cookies” lalu pilih “Yes”.
4. Klik “Close.”
5. Tutup browser.

>>Internet Explorer 8.0
1. Di menu Tools di Internet Explorer, klik “Internet Options.”
2. Kotak Internet Options harus terbuka pada tab General.
3. Dalam tab General, pada bagian Browsing History, klik tombol “Delete…”
4. Di jendela “Delete Browsing History” yang muncul, pastikan “Temporary Internet Files” dan “Cookies” dipilih.
5. Klik tombol “Delete”, lalu hidupkan ulang browser.

>>Safari 3.0 dan 4.0
1. Buka Safari.
2. Pilih “Empty Cache.”
3. Klik “Empty” pada pesan “Are you sure?”
4. Pilih “Preferences,” lalu tab Security, “Show Cookies,” “Remove All.”

>>Firefox 3.0 untuk PC dan Mac
1. Klik “Tools” dan pilih “Clear Private Data.”
2. Pastikan bahwa “Cache” dan “Cookies” dipilih.
3. Klik “Clear Private Data Now.”
4. Keluar dan nyalakan ulang browser

>>Firefox 3.5 untuk PC dan Mac
1. Klik “Tools” dan pilih “Clear Recent History.”
2. Pastikan bahwa “Cache” dan “Cookies” dipilih.
3. Klik “Clear Now.”
4. Keluar dan nyalakan ulang browser

>>Google Chrome untuk Mac
1. Klik kategori “Chrome” dan pilih “Clear Browsing Data.”
2. Pastikan bahwa “Empty the cache” dan “Delete cookies and other site data” dipilih.
3. Klik “Clear browsing data.”
4. Keluar dan nyalakan ulang browser.

>>Google Chrome untuk PC
1. Klik ikon kunci inggris di sudut kanan atas dan pilih “Options.”
2. Di tab “Under the Hood,” klik tombol “Clear browsing data…”
3. Pastikan bahwa “Empty the cache” dan “Delete cookies and other site data” dipilih.
4. Klik “Clear browsing data.”
5. Keluar dan nyalakan ulang browser.

Membuat Favicon

Favicon yakni gambar  yang muncul pada address bar suatu website dan merupakan logo dari website tersebut , Juga dikenal sebagai shortcut icon, Web site icon atau URL icon, misalnya favicon website portal berita detik.com di bawah.




Untuk membuatnya cukup mudah, langkah awal siapkan gambar yang nantinya akan dijadikan Favicon, berikut langkah selanjutnya:

1. Masuk ke wp admin wordpress anda, pada plugin klik Add New









2. Pada Pada kolom Search ketik Favicon




4. Pilih misal nya All In One Favicon lalu klik install now lalu klik Activate Plugin

5. Setelah aktif pada menu kiri di bawah menu SETTING klik all in one favicon





6. Lalu pada kolom Frontend ICO : klik upload favicon dan pilih file dari pc anda dan Save, selesai, silahkan akses kembali webnya, refresh browsernya jika belum ada perubahan.








Memasang YM online

1.Masuk ke wordpress anda

2.Klik Appearance dan pilih Widgets





3.PIlih yang text, lalu klik drag (klik tahan dan lepas) ke pojok kanan atas




4.Beri judul, mislanya “Hubungi Kami”



5.Masukkan Script berikut

<a href=”ymsgr:sendIM?kholishin“> <img src=”http://opi.yahoo.com/online?u=kholishin&amp;m=g&amp;t=9&amp;l=us”/>

6.Kode warna biru diganti dengan id yahoo anda, lalu Save

7.Selesai


Monday, 10 June 2013

Cara Download Youtube

Dalam artikel kali ini saya bedakan cara download video (suara dan gambar) dari youtube dan download dalam bentuk mp3 (suara saja) dari Youtube.

A. Download video dari Youtube

Untuk mendownload video dari Youtube tanpa softaware berikut caranya

1. Buka Youtube dan cari/pilih video yang akan di download, akan terlihat link video tersebut, misalnya:


2.Tambahkan ss didepan link tersebut (di belakang www) sehingga akan jadi seperti yang terlihat di bawah:





3. Enter dan tunggu beberapa saat, akan terlihat opsi format file yang akan di download, pilih format tersebut dan klik Download,  tinggal di tunggu proses downloadnya.



B. Download MP3  dari Youtube

Berikut cara download mp3 ldari youtube

1. Klik link berikut

2. Setelah terbuka, masukkan link video dari Youtube yang ingin di download dalam format mp3, seperti tampilan berikut


 3. Klik tombol Download, tunggu beberapa saat untuk meng convert, jika sudah akan terlihat tampilan berikut:



4. Klik pada tulisan “Clik here to get your Download Link”

5. Akan terlihat terlihat tampilan berikut:





6. Terakhir klik tombol Download MP3, tunggu sampai proses download selesai.





Akses Custom Domain Blogspot tanpa www

Permasalahan yang sering dihadapi saat custom domain ke blogger/blogspot yakni domain sudah berhasil di custom, diakses dengan www.namadomain.com lancar, namun saat diakses tanpa www tidak bisa, hal ini disebabkan karena anda saat setting dari bloggernya belum selesai

1. Login ke blogger anda, klik seting, kemudian klik setelan, seperti gambar berikut





2. Akan tampak domain yang sebelumnya sudah berhasil dicustom ke blogger, klik edit

3. Berikutnya akan tampil opsi untuk mengalihkan tanpa www ke www, cheklist/centang bagian tersebut, tampak seperti gambar berikut:





4.Terakhir, klik tombol Save, selesai, ditunggu kurang lebih 10 menit dan akses kembali domain anda tanpa www. 

Cara Custom Domain ke Blogspot

Berikut panduan setting domain ke blogspot, dalam kasus ini menggunakan domain yang dibeli di IDWEBHOST.COM

1. Masuk ke blogspot anda

2. Klik Seting (atau tanda panah ke bawah) seperti gambar di bawah, scrol ke bawah, klik Setelan:



 

3. Klik tambahkan domain khusus, masukkan nama domain dan  Save


4. Jika muncul pesan eror seperti gambar di bawah, maka perlu verifikasi. Untuk mendapatkan kode verifikasi, klik Petunjuk Setelan


5.  Akan muncul tampilan di bawah ini,pilih yang on a top level domain, masukkan kode verifikasi  pada cname manage dns anda (tanpa tanda “)  dan masukkan pula Ip diatas pada arecord manage dns, lihat gambar di bawah


6. Setelah mendapat kode cname dan ip,masuk ke idwebhhost.com/manage, masukkan username dan passwordnya,  klik menu Kelola , akan terlihat domain anda, lihat disebelah kanan dan klik Kelola Domain , lihat gambar di bawah


7. PIlih Manage DNS, lihat gambar
muncul tampilan seperti di bawah, yang akan kita gunakan hanya pada bagian CNAME Record dan A Records


8. Pilih menu CNAME Record, lalu klik   Tambahkan Cname Record, isikan kode cname yang sebelumnya sudah anda dapatkan, berikut contohnya:




 9. Klik Tambah Record, lalu ulang lagi seperti pada no 8, namun dengan memasukkan kode cname yg lain, contohnya di bawah ini:


10.Klik Tambah Record, bagian cname sudah selesai, bisa di close,ikuti langkah selanjutnya untuk seting Arecord.

11.Beralih ke menu A Record , lalu klik Tambah A Record , isikan ip seperti gambar berikut:



12.Klik Tambah Record, ulang langkah tersebut dengan menginputkan kode ip yang lain, yakni ip berikut : 216.239.34.21,   216.239.36.21 ,   216.239.38.21,    216.239.32.21

13.Selesai, pengaturan manage DNS telah selesai, bisa dilanjutkan untuk setting Name Servernya ke

dns1.idwebhost.biz
dns2.idwebhost.biz
dns3.idwebhost.org
dns4.idwebhost.com
defaultnya perlu waktu 24 jam, namun biasanya sekitar 6-7 jam sudah mengarah.

14. Setelah sekitar 6-7 jam, ulangi proses pada nomor 1-3, sehingga berhasil menyimpan setingan domain customnya. Pada proses setelah save, masih belum selesai, Klik Edit

15. Beri centang pada bagian Alihkan namadomain.com ke www.namadomain.com dan save, lihat gambar



16. Selesai, ditunggu kembali sekitar 2-3 jam.

17. Info Lowongan Kerja terupdate klik disini



18. Selamat mencoba :)



Wednesday, 20 April 2011

PEMANFAATAN INSEMINASI BUATAN (IB) UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS SAPI


BAB I
PENDAHULUAN

Produksi sapi potong selama tahun 2005, hingga tahun 2009 meningkat sekitar 4,4% per tahun, namun belum mampu memenuhi kebutuhan daging sapi. Selain itu penyediaan daging sapi tahun 2005-2009 pun mengalami peningkatan tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan daging sapi dalam negeri. Sebanyak 40% daging sapi masih dipenuhi dari impor (Ditjen Peternakan, 2009). Data selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Penyediaan daging sapi


2005
2006
2007
2008

2009


Populasi sapi (juta ekor)

10,7

10,9

11,5

11,8

12,0


Penyediaan daging sapi local
(ribu ekor)

217,0

260,0

260,0

183,0

264,0


Penyediaan daging ex; sapi
bakalan impor (ribu ekor)




55,1
57,1
89,1
97,6
58,1

Total penyediaan daging sapi
(ribu ton)

272,1
317,1
272,1
313,6
322,1

Faktor penghambat yang diduga sebagai penyebab rendahnya produktivitas ternak di Indonesia adalah manajemen pemeliharaan yang belum optimal, yang ditandai dengan sistem pemeliharaan bersifat ekstensif (tradisional), usaha sambilan (non agribusiness oriented) dan tidak memperhatikan input produksi. Selain itu, system pemuliaan dan seleksi yang tidak terarah sehingga mengakibatkan kinerja ternak sangat beragam. Hal lainnya adalah pencapaian kecukupan daging sapi masih masih mengandalkan anggaran pemerintah dan belum melibatkan peran swasta dan masyarakat; rendahnya produktivitas sapi akibat jarak beranak 21 bulan dan kelahiran 21 %; dan belum berkembangnya usaha/industri perbibitan sapi (Ditjen Peternakan, 2009). Untuk mengatasi permasalahan tersebut dapat dilakukan melalui penerapan teknologi inseminasi buatan (IB). Teknologi ini digunakan untuk peningkatan produksi dan perbaikan mutu genetik ternak serta sebagai alat dalam pelaksanaan kebijakan pemuliaan secara nasional.

IB diterapkan di Indonesia sejak tahun 1953 pada ternak sapi perah, kemudian pada sapi potong dan kerbau. Walaupun hasilnya sampai saat ini sudah dirasakan oleh masyarakat yang ditandai dengan tingginya harga jual dari ternak hasil IB, namun demikian pelaksanaannya di lapangan belum optimal sehingga hasilnya (tingkat kelahiran) dari tahun ke tahun berfluktuasi. Tingkat kelahiran hasil IB pada sapi potong dan kerbau berfluktuasi setiap tahunnya.

Untuk menghindari timbulnya pro dan kontra di kalangan masyarakat mengenai penerapan IB pada ternak, maka makalah ini akan menguraikan tentang peranan teknologi IB dalam pembinaan produksi peternakan ditinjau dari aspek salah satu filsafat, yaitu bioetika.
 

BAB II
PEMBAHASAN
      A .  PENGETIAN IB

IB adalah proses memasukkan sperma ke dalam saluran reproduksi betina dengan tujuan untuk membuat betina jadi bunting tanpa perlu terjadi perkawinan alami. Konsep dasar dari teknologi ini adalah bahwa seekor pejantan secara alamiah memproduksi puluhan milyar sel kelamin jantan (spermatozoa) per hari, sedangkan untuk membuahi satu sel telur (oosit) pada hewan betina diperlukan hanya satu spermatozoon. Potensi terpendam yang dimiliki seekor pejantan sebagai sumber informasi genetik, apalagi yang unggul dapat dimanfaatkan secara efisien untuk membuahi banyak betina (Hafez, 1993).

Namun dalam perkembangan lebih lanjut, program IB tidak hanya mencakup pemasukan semen ke dalam saluran reproduksi betina, tetapi juga menyangkut seleksi dan pemeliharaan pejantan, penampungan, penilaian, pengenceran, penyimpanan atau pengawetan (pendinginan dan pembekuan) dan pengangkutan semen, inseminasi, pencatatan dan penentuan hasil inseminasi pada hewan/ternak betina, bimbingan dan penyuluhan pada peternak. Dengan demikian pengertian IB menjadi lebih luas yang mencakup aspek reproduksi dan pemuliaan, sehingga istilahnya menjadi artificial breeding (perkawinan buatan). Tujuan dari IB itu sendiri adalah sebagai satu alat yang ampuh yang diciptakan manusia untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak secara kuantitatif dan kualitatif (Toelihere, 1985).
    
      B.     SEJARAH IB
IB pada hewan peliharaan telah lama dilak sedangkan ukan sejak berabad-abad yang lampau. Seorang pangeran arab yang sedang berperang pada abad ke-14 dan dalam keadaan tersebut kuda tunggangannya sedang mengalami birahi. Kemudian dengan akar cerdiknya, sang pangeran dengan menggunakan suatu tampon kapas, sang pangeran mencuri semen dalam vagina seekor kuda musuhnya yang baru saja dikawinkan dengan pejantan yang dikenal cepat larinya.Tampon tersebut kemudian dimasukan ke dalam vagina kuda betinanya sendiri yang sedang birahi. Alhasil ternyata kuda betina tersebut menjadi bunting dan lahirlah kuda baru yang dikenal tampan dan cepat larinya. Inilah kisa awal tentang IB, dan setelah itu tidak lagi ditemukan catatan mengenai pelaksanaan IB atau penelitian ke arah pengunaan teknik tersebut.

Penelitian ilmiah pertama dalam bidang inseminasi buatan pada hewan piarann dialkukan oleh ahli fisiologi dan anatomi terkenal Italia, yaitu Lazzaro Spallanzani pada tahun 1780. Dia berhasil menginseminasi amphibia, yang kemudian memutuskan untuk melakukan percobaan pada anjing. Anjing yang dipelihara di rumahnya setelah muncul tanda-tanda birahi dilakukan inseminasi dengan semen yang dideposisikan langsung ke dalam uterus dengan sebuah spuit lancip. Enam puluh hari setelah inseminasi, induk anjing tersebut melahirkan anak tiga yang kesemuanya mirip dengan induk dan jantan yang dipakai semennya. Dua tahun kemudian (1782) penelitian spallanzani tersebut diulangi oleh P. Rossi dengan hasil yang memuaskan. Semua percobaan ini membuktikan bahwa kebuntingan dapat terjadi dengan mengunakan inseminasi dan menghasilkan keturunan normal.

Spallanzani juga membuktikan bahwa daya membuahi semen terletak pada spermatozoa, bukan pada cairan semen. Dia membuktikannya dengan menyaring semen yang baru ditampung. Cairan yang tertinggal di atas filter mempunyai daya fertilisasi tinggi. Peneliti yang sama pada tahun 1803, menyumbangkan pengetahuannya mengenai pengaruh pendinginan terhadap perpanjangan hidup spermatozoa. Dia mengamati bahwa semen kuda yang dibekukan dalam salju atau hawa dimusim dingin tidak selamanya membunuh spermatozoatozoa tetapi mempertahankannya dalam keadaaan tidak bergerak sampai dikenai panas dan setelah itu tetap bergerak selama tujuh setengah jam. Hasil penemuannya mengilhami peneliti lain untuk lebih mengadakan penelitian yang mendalam terhadap sel-sel kelamin dan fisiologi pembuahan. Dengan jasa yang ditanamkannya kemudian masyarakat memberikan gelar kehormatan kepada dia sebagai Bapak Inseminasi.

Perkenalan pertama IB pada peternakan kuda di Eropa, dilakukan oleh seorang dokter hewan Perancis, Repiquet (1890). Dia menasehatkan pemakaian teknik tersebut sebagai suatu cara untuk mengatasi kemajiran. Hasil yang diperoleh masih kurang memuaskan, masih banyak dilakukan penelitian untuk mengatasinya, salah satu usaha mengatasi kegagalan itu, Prof. Hoffman dari Stuttgart, Jerman, menganjurkan agar dilakukan IB setelah perkawinan alam. Caranya vagina kuda yang telah dikawinkan dikuakkan dan dengan spuit diambil semennya. Semen dicampur dengan susu sapi dan kembali diinsemiasikan pada uterus hewan tersebut. Namun diakui cara ini kurang praktis untuk dilaksanakan. Pada tahun 1902, Sand dan Stribold dari Denmark, berhasil memperoleh empat konsepsi dari delapan kuda betina yang di IB. Mereka menganjurkan IB sebagai suatu cara yang ekonomis dalam pengunaan dan penyebaran semen dari kuda jantan yang berharga dan memajukan peternakan pada umumnya.

Kemajuan pesat dibidang IB, sangat dipercepat dengan adanya penemuan teknologi pembekuan semen sapi yang disponsori oleh C. Polge, A.U. Smith dan A.S. Parkes dari Inggris pada tahun 1949. Mereka berhasil menyimpan semen untuk waktu panjang dengan membekukan sampai -79 0C dengan mengunakan CO2 pada (dry ice) sebagai pembeku dan gliserol sebagai pengawet. Pembekuan ini disempurnakan lagi, dengan dipergunakannya nitrogen cair sebagai bahan pembeku, yang menghasilkan daya simpan yang lebih lama dan lebih praktis, dengan suhu penyimpanan -169 0C.

Inseminasi Buatan pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada awal tahun 1950-an oleh Prof. B. Seit dari Denmark di Fakultas Hewan dan Lembaga Penelitian Peternakan Bogor. Dalam rangka rencana kesejahteraan istimewa (RKI) didirikanlah beberpa satsiun IB di beberapa daerah di jawa Tengah (Ungaran dan Mirit/Kedu Selatan), Jawa Timur (Pakong dan Grati), Jawa Barat (Cikole/Sukabumi) dan Bali (Baturati). Juga FKH dan LPP Bogor, difungsikan sebagai stasiun IB untuk melayani daerah Bogor dan sekitarnya, Aktivitas dan pelayanan IB waktu itu bersifat hilang, timbul sehingga dapat mengurangi kepercayaan masyarakat.

Kekurang berhasilan program IB antara tahun 1960-1970, banyak disebabkan karena semen yang digunakan semen cair, dengan masa simpan terbatas dan perlu adanya alat simpan sehingga sangat sulit pelaksanaanya di lapangan. Disamping itu kondisi perekonomian saat itu sangat kritis sehingga pembangunan bidang peternakan kurang dapat perhatian.

Dengan adanya program pemerintah yang berupa Rencana Pembangunan Lima Tahun yang dimulai tahun 1969, maka bidang peternakan pun ikut dibangun. Tersedianya dana dan fasilitas pemerintah akan sangat menunjang peternakan di Indonesia, termasuk program IB. Pada awal tahun 1973 pemerintah measukan semen beku ke Indonesia. Dengan adanya semen beku inilah perkembangan IB mulai maju dengan pesat, sehingga hampir menjangkau seluruh provinsi di Indonesia.

Semen beku yang digunakan selama ini merupakan pemberian gratis pemerintah Inggris dan Selandia Baru. Selanjutnya pada tahun 1976 pemerintah Selandia Baru membantu mendirikan Balai Inseminasi Buatan, dengan spesialisasi memproduksi semen beku yang terletak di daerah Lembang Jawa Barat. Setahun kemudian didirikan pula pabrik semen beku kedua yakni di Wonocolo Suranaya yang perkembangan berikutnya dipindahkan ke Singosari Malang Jawa Timur.

Hasil evaluasi pelaksanaan IB di Jawa, tahun 1972-1974 menunjukkan angka konsepsi yang dicapai selama dua tahun tersebut sangat rendah yaitu antara 21,3 – 38,92 persen. Dari survei ini disimpulkan juga bahwa titik lemah pelaksaan IB, tidak terletak pada kualitas semen, tidak pula pada keterampilan inseminator, melainkan sebagian besar terletak pada ketidak suburan ternak-ternak betina itu sendiri. Ketidak suburan ini banyak disebabkan oleh kekurangan pakan, kelainan fisiologi anatomi dan kelainan patologik alat kelamin betina serta merajalelanya penyakit kelamin menular. Dengan adanya evaluasi terebut maka perlu pula adanya penyemopurnaan bidang organisasi IB, perbaikan sarana, intensifikasi dan perhatian aspek pakan, manajemen, pengendalian penyakit.


     C.    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IB

Penerapan bioteknologi IB pada ternak ditentukan oleh empat faktor utama, yaitu semen beku, ternak betina sebagai akseptor IB, keterampilan tenaga pelaksana (inseminator) dan pengetahuan zooteknis peternak. Keempat faktor ini berhubungan satu dengan yang lain dan bila salah satu nilainya rendah akan menyebabkan hasil IB juga akan rendah, dalam pengertian efisiensi produksi dan reproduksi tidak optimal (Toelihere, 1997).

Permasalahan utama dari semen beku adalah rendahnya kualitas semen setelah dithawing, yang ditandai dengan terjadinya kerusakan pada ultrastruktur, biokimia dan fungsional spermatozoa yang menyebabkan terjadi penurunan motilitas dan daya hidup, kerusakan membran plasma dan tudung akrosom, dan kegagalan transport dan fertilisasi. Ada empat faktor yang diduga sebagai penyebab rendahnya kualitas semen beku, yaitu (1) perubahan-perubahan intraseluler akibat pengeluaran air yang bertalian dengan pembentukan kristal-kristal es; (2) cold-shock (kejutan dingin) terhadap sel yang dibekukan; (3) plasma semen mengandung egg-yolk coagulating enzyme yang diduga enzim fosfolipase A yang disekresikan oleh kelenjar bulbourethralis; dan (4) triglycerol lipase yang juga berasal dari kelenjar bulbourethralis dan disebut SBUIII. Pengaruh yang ditimbulkan akibat fenomena di atas adalah rendahnya kemampuan fertilisasi spermatozoa yang ditandai oleh penurunan kemampuan sel spermatozoa untuk mengontrol aliran Ca 2+ (Bailey dan Buhr, 1994). Padahal ion kalsium memainkan peranan penting dalam proses kapasitasi dan reaksi akrosom spermatozoa. Kedua proses ini harus dilewati oleh spermatozoa selama dalam saluran reproduksi betina sebelum membuahi ovum.

Permasalahan pada kambing betina (akseptor IB) dalam kaitannya dengan kinerja reproduksi adalah: (1) variasi dalam siklus berahi dan lama berahi, (2) variasi dalam selang beranak (kidding interval) yang berkaitan dengan involusi uterus; dan (3) gejala pseudopregnancy (kebuntingan semu).

Faktor terpenting dalam pelaksanaan inseminasi adalah ketepatan waktu pemasukan semen pada puncak kesuburan ternak betina. Puncak kesuburan ternak betina adalah pada waktu menjelang ovulasi. Waktu terjadinya ovulasi selalu terkait dengan periode berahi. Pada umumnya ovulasi berlangsung sesudah akhir periode berahi. Ovulasi pada ternak sapi terjadi 15-18 jam sesudah akhir berahi atau 35-45 jam sesudah munculnya gejala berahi. Sebelum dapat membuahi sel telur yang dikeluarkan sewaktu ovulasi, spermatozoa membutuhkan waktu kapasitasi untuk menyiapkan pengeluaran enzimenzim zona pelucida dan masuk menyatu dengan ovum menjadi embrio (Hafez, 1993). Waktu kapasitasi pada sapi, yaitu 5-6 jam (Bearden dan Fuqual, 1997). Oleh sebab itu, peternak dan petugas lapangan harus mutlak mengetahui dan memahami kapan gejala birahi ternak terjadi sehingga tidak ada keterlambatan IB. Kegagalan IB menjadi penyebab membengkaknya biaya yang harus dikeluarkan peternak.

Apabila semua faktor di atas diperhatikan diharapkan bahwa hasil IB akan lebih tinggi atau hasilnya lebih baik dibandingkan dengan perkawinan alam (Tambing, 2000). Hal ini berarti dengan tingginya hasil IB diharapkan efisiensi produktivitas akan tinggi pula, yang ditandai dengan meningkatnya populasi ternak dan disertai dengan terjadinya perbaikan kualitas genetik ternak, karena semen yang dipakai berasal dari pejantan unggul yang terseleksi. Dengan demikian peranan bioteknologi IB terhadap pembinaan produksi peternakan akan tercapai.

       D.    MANFAAT PENERAPAN IB

Manfaat penerapan bioteknologi IB pada ternak (Hafez, 1993) adalah sebagai
  berikut :
       1.      Menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan;
       2.      Dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik;
       3.      Mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (inbreeding);
       4.      Dengan peralatan dan teknologi yang baik spermatozoa dapat simpan dalam jangka waktu yang lama;
       5.       Semen beku masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan
telah mati.
       6.      Menghindari kecelakaan yang sering terjadi pada saat perkawinan karena fisik
pejantan terlalu besar;
       7.      Menghindari ternak dari penularan penyakit terutama penyakit yang ditularkan
dengan hubungan kelamin.

 
      E.     PENERAPAN IB DITINJAU DARI ASPEK BIOETIKA

Dalam pandangan bioetika, penerapan bioteknologi reproduksi IB berhubungan erat dengan aspek kesehatan dan penyelamatan dari kepunahan ternak asli (animalwelfare). Problem utama dalam sistem animal welfare dalam kaitannya dengan penerapan bioteknologi adalah efisiensi produksi. Problem ini berkaitan erat pula dengan beberapa faktor, diantaranya (1) ekspresi gen (pertumbuhan yang cepat atau produksi susu tinggi), (2) teknik perkawinan, dan (3) mutasi gen (Christiansen dan Sandoe, 2000). Dampak negatif yang akan timbul apabila penerapan bioteknologi IB tidak terkontrol dalam kaitannya dengan animal welfare, seperti :
a)      Hilangnya/punahnya ternak lokal akibat terkikis oleh munculnya ternak persilangan (crossbred animal). Hal ini bisa muncul karena persepsi masyarakat (petani/peternak) yang lebih menyukai ternak persilangan karena pertumbuhannya lebih cepat dan dampak akhirnya adalah nilai jual yang tinggi.
b)      Dapat menyebabkan stress dan menimbulkan resiko pada animal welfare. Pemilihan pejantan sebagai sumber semen yang tidak tepat (kemungkinan mengandung gen lethal) akan menimbulkan beberapa dampak negatif, antara lain masa kebuntingan lebih panjang, meningkatnya kejadian kesulitan melahirkan (distokia) dan tingginya frekuensi gen anomali dan anak yang dilahirkan memiliki bobot lahir yang melebihi ukuran normal dan penurunan daya reproduksi.
c)      Apabila identifikasi birahi (estrus) dan waktu pelaksanaan IB tidak tepat maka tidak akan terjadi terjadi kebuntingan;
d)     Akan terjadi kesulitan kelahiran (distokia), apabila semen beku yang digunakan berasal dari pejantan dengan breed / turunan yang besar dan diinseminasikan pada sapi betina keturunan / breed kecil;
e)      Bisa terjadi kawin sedarah (inbreeding) apabila menggunakan semen beku dari pejantan yang sama dalam jangka waktu yang lama;
f)       Dapat menyebabkan menurunnya sifat-sifat genetik yang jelek apabila pejantan donor tidak dipantau sifat genetiknya dengan baik (tidak melalui suatu progeny test).
g)      Apabila identifikasi birahi (estrus) dan waktu pelaksanaan IB tidak tepat maka tidak akan terjadi terjadi kebuntingan;
h)      Akan terjadi kesulitan kelahiran (distokia), apabila semen beku yang digunakan berasal dari pejantan dengan breed / turunan yang besar dan diinseminasikan pada sapi betina keturunan / breed kecil;
i)        Bisa terjadi kawin sedarah (inbreeding) apabila menggunakan semen beku dari pejantan yang sama dalam jangka waktu yang lama;
j)        Dapat menyebabkan menurunnya sifat-sifat genetik yang jelek apabila pejantan donor tidak dipantau sifat genetiknya dengan baik (tidak melalui suatu progeny test).
k)      Hilangnya keanekaragaman akibat dipertahankan alel yang sama pada populasi ( hilangnya gen), sehingga rentan terhadap penyakit bila alel resisten hilang.

Namun demikian dampak negatif tersebut dapat ditanggulangi melalui upaya konservasi in-situ dimana petani/peternak ikut serta di dalamnya. Program konservasi insitu yang telah dilakukan pada ternak lokal antara lain : (1) mengisolasi bangsa ternak lokal dalam suatu lokasi tertutup dan dilakukan upaya pemurniannya, (2) mendatangkan pejantan unggul yang sejenis dengan bangsa ternak lokal tersebut untuk dilakukan program perkawinan dengan ternak lokal yang telah diisolasi, (3) melakukan program pemuliaan dan seleksi dengan ketat, dan (4) mengaplikasikan program IB dengan menggunakan semen yang berasal dari pejantan unggul. Hal yang terpenting adalah upaya dari petugas dan petani dalam mencatat (recording) identitas semen induk dan turunannya, serta adanya bank sperma yang untuk semua ternak lokal atau non local sehingga tidak terjadi kemusnahan.

 
      F.     KESIMPULAN

Ditinjau dari aspek bioetika, penerapan bioteknologi IB (Inseminasi Buatan) mampu mencegah terhadap hilangnya atau punahnya ternak-ternak lokal (animal welfare) dan meningkatkan produktivitas ternak bila dikelola dengan baik.



DAFTAR PUSTAKA

Bailey, J.L and M.M Burh. 1994. Cryopreservation alters the Ca2+ flux of bovine spermatozoa. Can. J. Anim. Sci. 74: 45-51.
           Beaden, H.J. and J.W. Fuqual. 1997. Applied Animal Reproduction. Reston Publishing Co., Inc. Prentice Hall Co. Reston Virginia.
           Christiansen, S.B. and P. Sandøe. 2000. Bioethics : limits to the interference with life. Anim.        Reprod. Sci, 60-61 : 15-29.
          Ditjen Peternakan. 2009. Renstra Kecukupan Daging Sapi Tahun 2010-2-14. Semnas        Pengembangan Ternak Potong untuk Mewujudkan Program Kecukupan/ Swasembada Daging, Fafet UGM. Yogyakarta.
           Hafez, E.S.E. 1993. Artificial insemination. In: HAFEZ, E.S.E. 1993. Reproduction in Farm        Animals. 6 th Ed. Lea & Febiger, Philadelphia. pp. 424-439.
           Senger, PL. 2003. Artificial insemination technique in the cow.Pathways to Pregnancy and           Parturition. Page 274.
             Toelihere, M.R. 1985. Inseminasi Buatan pada Ternak. Edisi ke-2. Angkasa, Bandung. 292 hal.
           Toelihere, M.R. 1997. Peranan Bioteknologi Reproduksi Dalam Pembinaan Produksi         Peternakan di Indonesia. Disampaikan pada Pertemuan Teknis dan Koordinasi Produksi (PERTEKSI) Peternak Nasional T.A. 1997/1998, Ditjennak di Cisarua-Bogor 4-6 Agustus 1997.